About Me

My Photo
Purbo Ari C
Mencari Sahabat Lebih Sulit Dari Pada Mencari Teman...
View my complete profile

Blogroll

Share
free counters
Free Download Mp3 Indo,Campursari,Dangdut Koplo,Software & Film Terbaru

Labels

Belanja On Line


Masukkan Code ini K1-F9D715-C
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com Adsense Indonesia

ShoutMix chat widget
Showing posts with label Health. Show all posts
Showing posts with label Health. Show all posts

Makan Pop Corn Bisa Mencegah Kanker

PENNSYLVANIA - Makanan ringan hasil olahan jagung yang dikenal dengan nama popcorn, rupanya menyimpan kandungan antioksidan yang setara dengan buah-buahan dan sayuran.

Artinya, kebiasaan mengkonsumsi cemilan popcorn pada saat menonton film di bioskop merupakan kebiasaan yang menyehatkan.

Studi terbaru yang dilakukan di University of Scranton, Pennsylvania menemukan fakta bahwa mengkonsumsi popcorn bisa mecegah kanker. Namun dengan catatan, popcorn yang menyehatkan adalah popcorn yang tidak diberi tambahan rasa seperti gula, keju, cokelat dan lain-lain.

Popcorn memiliki kandungan polyphenol, yaitu antioksidan yang berperan dalam menjaga kesehatan tubuh. Polyphenol umumnya banyak ditemukan pada buah dan sayuran seperti, berry, kacang kenari, minyak olive, anggur dan teh.

Jenis antioksidan yang terkandung dalam bahan makanan ini terbukti bisa membantu melawan radikal bebas, yang menyebabkan kerusakan sel dan jaringan tubuh. Polyphenol adalah antioksidan yang 10 kali memiliki efek yang lebih ampuh jika dibandingkan dengan manfaat vitamin C dan E.

"Kami sangat terkejut menemukan tingginya kandungan polyphenol dalam popcorn. Saya rasa, ini adalah makanan yang sehat." kata Dr Joe Vinson yang meneliti studi ini, seperti dikutip dari Independent, Senin (24/8/2009).

Menurut Vinson, ini adalah penelitian pertama pertama yang menyatakan bahwa popcorn dan beberapa jenis sereal merupakan sumber yang kaya polyphenol.

Dalam studi ini, Vinson dan timnya mengukur konsentrasi polyphenol pada sereal dan beberapa makanan ringan. Hasilnya, diketahui bahwa sereal whole grain yang paling sedikit mengalami proses pengolahan mengandung lebih banyak antioksdian. Sementara popcorn, menjadi makanan ringan dengan kadar polyphenol terbanyak.

Studi ini juga menemukan, bahwa makanan hangat yang umum dikonsumsi sebagai sarapan seperti bubur oat, rupanya mengandung kadar polyphenol rendah

Mewarnai Rambut Picu Kanker


CALIFORNIA - Rambut indah yang berganti-ganti warna bisa menjadi nilai tambah pada penampilan. Namun Anda patut berhati-hati dengan kebiasaan mewarnai rambut. Penelitian terbaru menyebutkan, zat kimia yang digunakan dalam pewarna rambut bisa memicu berbagai gangguan kesehatan, bahkan kanker.

Asisten Profesor divisi Preventive Medicine dari Keck School of Medicine di University of Southern California Manuela Gago-Dominguez menyebutkan, seseorang yang menggunakan pewarna rambut permanen setidaknya satu kali dalam sebulan selama satu tahun atau lebih risiko mengalami kanker. Hasil studi menemukan bahwa pewarna rambut, terutama yang warnanya pekat memicu risiko kanker non-Hodgkin's lymphoma dan kanker kandung kemih. 

"Semakin gelap warna cat rambut, kandungan arylamines dalam cat rambut tersebut juga semakin banyak," kata Dominguez, seperti dikutip dari USC News, Selasa (25/8/2009). "Risiko terkena kanker akan semakin besar seiring dengan makin sering Anda mewarnai rambut. Pasalnya, semakin banyak pula arylamines yang masuk ke dalam sistem tubuh Anda," tambahnya.

Arylamines adalah zat pada pewarna rambut yang bisa memberikan warna. Dominguez menjelaskan bahwa meski zat ini tidak berbahaya bagi bayi yang belum lahir, namun sebaiknya wanita hamil menghindari pewarna rambut permanen, terutama pada tiga bulan pertama.

Dalam studi yang dilakukan terhadap para wanita yang mewarnai rambut sejak 1980, ditemukan bahwa penggunaan pewarna gelap permanen selama lebih dari 25 tahun dapat meningkatkan risiko kanker non-Hodgkin's lymphoma dua kali lipat.

Selain meningkatkan risiko kanker, studi ini juga menemukan bahwa pewarnaan rambut bisa menimbulkan reaksi alergi dan serangan asma.

Marah Baik Bagi Kesehatan

 
LOS ANGELES - Mengekspresikan diri dengan cara marah-marah rupanya dapat sedikit melegakan hati saat menghadapi tekanan. Lebih jauh lagi, marah-marah bahkan bermanfaat bagi kesehatan.

Hasil temuan ini tentunya menepis anggapan sebagian besar orang yang menyebutkan marah-marah dapat membuat orang mengalami tekanan darah tinggi atau hipertensi. Justru sebaliknya, orang yang lebih memilih memendam kekesalannya akan semakin menderita karena tertekan.

"Orang-orang yang meluapkan perasaan marah secara wajar pada saat situasi tertekan lebih bisa mempertahankan tekanan darah lebih rendah dan melepaskan lebih sedikit hormon penyebab stres, dibandingkan partisipan yang meresponnya dengan ketakutan atau hanya memendam perasaan mereka," kata Jennifer Lerner dari Carnegie Mellon University, seperti dikutip dari Science Daily, Jumat (11/9/2009).

Dalam studi ini, Lerner dan timnya membuat percobaan yang melibatkan 92 mahasiswa. Dalam percobaan ini, Lerner memberikan tugas kepada para partisipan untuk mengerjakan soal tes yang sulit.

Selama tes berlangsung, Lerner dan timnya sengaja membuat mereka tertekan dengan berulang kali mengganti-ganti peraturan. Jika partisipan memberikan jawaban yang salah, maka mereka diminta mengulang kembali dari awal.

Selama uji coba itu, sebuah kamera tersembunyi merekam ekspresi wajah para partisipan. Setelah selesai, peneliti kemudian mengidentifikasi ekspresi takut dan marah yang ditampilkan mahasiswa tersebut. Selain itu, tekanan darah, detak jantung dan jumlah hormon penyebab stres atau cortisol mereka pun diukur.

Hasilnya, mereka yang ketakutan selama uji coba memiliki tekanan darah dan kadar hormon cortisol lebih tinggi dibandingkan mereka yang merespon situsi penuh tekanan tersebut  dengan kemarahan.

Kapan Waktu Tepat Untuk Hamil ?

 
Apakah mengandung di usia 20an lebih banyak keuntungannya? Atau, apakah lebih baik hamil saat usia Anda 30an? Ahli fertilitas Professor Bill Ledger dari Universitas Sheffield, Inggris mengatakan, "Sebenarnya wanita sudah subur dan bisa mengandung sejak usia 15 tahun. Puncak kesuburan wanita adalah awal hingga pertengahan 20an. Dan, fertilitas akan makin menurun sejak usia 35 tahun."

Namun, menurut Ledger, tiap usia memiliki keuntungan dan kekurangan saat hamil. Berikut penjelasan plus minus kehamilan berdasarkan usia.

Di bawah usia 20 tahun
Plus: Tubuh wanita muda lebih cepat sembuh saat mengalami komplikasi, dan mudah kembali normal setelah melahirkan dibandingan wanita usia di atas 20 tahun.

Minus: Berisiko tinggi melahirkan bayi prematur, atau bayi dengan berat badan rendah. Dan, juga berisiko tinggi mengalami baby blues atau depresi usai bersalin.

Usia 20an

Plus: Kesuburan wanita berada pada masa puncak hingga pertengahan 20an. Pada usia ini, jarang terjadi komplikasi.

Minus: pada usia ini, kebanyakan wanita sedang membangun karier, dan bersosialisasi. Seringkali, sulit membagi waktu antara karier dan mengurus bayi.

Usia 30an

Plus: Wanita lebih siap secara keuangan dan emosi

Minus: Risiko komplikasi yang dialami ibu dan bayi meningkat. Tingkat keguguran sekitar 14,7 persen bagi wanita yang mengandung pada usia akhir 30an. Risiko down syndrome yang dialami bayi juga terjadi pada 1 : 400 di atas usia 35 tahun. Kualitas dan kuantitas sel telur mulai menurun.

Usia di atas 40 tahun
Plus: Wanita makin lebih baik secara finansial dan emosi.

Minus: Kesuburan makin menurun pada usia 40an. Risiko bayi meninggal dalam kandungan cukup tinggi. Dan, juga berisiko tinggi mengalami diabetes melitus dan tekanan darah tinggi saat hamil.

Lima Pemicu Alergi Tersembunyi


Apakah setiap masuk ke rumah, Anda langsung bersin dan mata juga berair? Gejala itu menunjukkan Anda terkena alergi dalam ruang (indoor allergies). Biasanya alergi tersebut dipicu oleh debu, bakteri atau bulu hewan yang bertebaran di tempat yang tidak terduga.

Ada beberapa barang dalam rumah yang bisa memicu alergi. Barang-barang tersebut biasanya jarang dibersihkan sehingga menjadi pemicu alergi yang tersembunyi. Ketahui barang-barang apa saja yang bisa menjadi pemicu alergi, agar Anda selalu membersihkannnya secara teratur.

1. Pot tanaman
Selalu perhatikan kebersihan pot tanaman dalam rumah Anda. Tanah atau media tanam bisa menjadi pemicu alergi, untuk itu pastikan tidak tercecer ke lantai dan bertebaran. Selain itu spora tanaman yang berkembang biak, juga pemicu alergi. Untuk meminimalisir hal tersebut, buang daun-daun yang rontok, gunakan wadah penampungan air dan hindari menyiram secara berlebihan

2. Buku
Buku-buku bukan hanya "makanan" untuk otak Anda, tetapi juga makanan bagi hama. Debu mudah sekali menempel pada buku, belum lagi kutu-kutu kecil yang sering menjadikan buku sebagai sarangnya. Perpaduan binatang-binatang kecil dan debu adalah pemicu utama alergi. Untuk itu bersihkan tumpukan buku-buku Anda. Akan lebih baik menyimpannya dalam lemari kaca agar
3. Furnitur
Kain-kain dan bua pelapis furnitur adalah tempat yang paling nyaman bagi kutu-kutu kecil pemicu alergi. Bersihkanlah baik dengan penghisap debu atau mencucinya dengan sabun dan air secara teratur. Bahan kulit atau vinyl adalah contoh bahan pelapis furnitur untuk mengurangi alergi. 

4. Tempat tidur
Saat waktu tidur selama tujuh hingga delapan jam setiap hari, banyak sel-sel kulit mati kita yang mengelupas. Sel kulit mati tersebut mengundang banyak kutu-kutu, karena merupakan makanan favoritnya. Untuk mengatasinya Anda bisa memasang penutup tempat tidur anti alergi tidak hanya untuk tempat tidur, tetapi juga guling dan bantal. Bersihkan tempat tidur setiap hari dan ganti sprei setiap dua minggu. 

5. Pendingin ruangan
Pendingin ruangan memang bisa membuat udara dalam rumah Anda menjadi lebih sejuk. Tetapi jika tidak dibersihkan secara teratur, debu,bakteri dan jamur bisa berkembang biak di pendingin ruangan dan tersebar ke seluruh ruangan dalam rumah Anda. Filter udara bisa digunakan untuk mengatasi hal tersebut dan jangan lupa bersihkan pendingin ruangan menggunakan disinfektan setiap enam bulan.