About Me

My Photo
Purbo Ari C
Mencari Sahabat Lebih Sulit Dari Pada Mencari Teman...
View my complete profile

Blogroll

Share
free counters
Free Download Mp3 Indo,Campursari,Dangdut Koplo,Software & Film Terbaru

Labels

Belanja On Line


Masukkan Code ini K1-F9D715-C
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com Adsense Indonesia

ShoutMix chat widget

Kapan Waktu Tepat Untuk Hamil ?

 
Apakah mengandung di usia 20an lebih banyak keuntungannya? Atau, apakah lebih baik hamil saat usia Anda 30an? Ahli fertilitas Professor Bill Ledger dari Universitas Sheffield, Inggris mengatakan, "Sebenarnya wanita sudah subur dan bisa mengandung sejak usia 15 tahun. Puncak kesuburan wanita adalah awal hingga pertengahan 20an. Dan, fertilitas akan makin menurun sejak usia 35 tahun."

Namun, menurut Ledger, tiap usia memiliki keuntungan dan kekurangan saat hamil. Berikut penjelasan plus minus kehamilan berdasarkan usia.

Di bawah usia 20 tahun
Plus: Tubuh wanita muda lebih cepat sembuh saat mengalami komplikasi, dan mudah kembali normal setelah melahirkan dibandingan wanita usia di atas 20 tahun.

Minus: Berisiko tinggi melahirkan bayi prematur, atau bayi dengan berat badan rendah. Dan, juga berisiko tinggi mengalami baby blues atau depresi usai bersalin.

Usia 20an

Plus: Kesuburan wanita berada pada masa puncak hingga pertengahan 20an. Pada usia ini, jarang terjadi komplikasi.

Minus: pada usia ini, kebanyakan wanita sedang membangun karier, dan bersosialisasi. Seringkali, sulit membagi waktu antara karier dan mengurus bayi.

Usia 30an

Plus: Wanita lebih siap secara keuangan dan emosi

Minus: Risiko komplikasi yang dialami ibu dan bayi meningkat. Tingkat keguguran sekitar 14,7 persen bagi wanita yang mengandung pada usia akhir 30an. Risiko down syndrome yang dialami bayi juga terjadi pada 1 : 400 di atas usia 35 tahun. Kualitas dan kuantitas sel telur mulai menurun.

Usia di atas 40 tahun
Plus: Wanita makin lebih baik secara finansial dan emosi.

Minus: Kesuburan makin menurun pada usia 40an. Risiko bayi meninggal dalam kandungan cukup tinggi. Dan, juga berisiko tinggi mengalami diabetes melitus dan tekanan darah tinggi saat hamil.

0 comments:

Post a Comment