About Me

My Photo
Purbo Ari C
Mencari Sahabat Lebih Sulit Dari Pada Mencari Teman...
View my complete profile

Blogroll

Share
free counters
Free Download Mp3 Indo,Campursari,Dangdut Koplo,Software & Film Terbaru

Labels

Belanja On Line


Masukkan Code ini K1-F9D715-C
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com Adsense Indonesia

ShoutMix chat widget

Mewarnai Rambut Picu Kanker


CALIFORNIA - Rambut indah yang berganti-ganti warna bisa menjadi nilai tambah pada penampilan. Namun Anda patut berhati-hati dengan kebiasaan mewarnai rambut. Penelitian terbaru menyebutkan, zat kimia yang digunakan dalam pewarna rambut bisa memicu berbagai gangguan kesehatan, bahkan kanker.

Asisten Profesor divisi Preventive Medicine dari Keck School of Medicine di University of Southern California Manuela Gago-Dominguez menyebutkan, seseorang yang menggunakan pewarna rambut permanen setidaknya satu kali dalam sebulan selama satu tahun atau lebih risiko mengalami kanker. Hasil studi menemukan bahwa pewarna rambut, terutama yang warnanya pekat memicu risiko kanker non-Hodgkin's lymphoma dan kanker kandung kemih. 

"Semakin gelap warna cat rambut, kandungan arylamines dalam cat rambut tersebut juga semakin banyak," kata Dominguez, seperti dikutip dari USC News, Selasa (25/8/2009). "Risiko terkena kanker akan semakin besar seiring dengan makin sering Anda mewarnai rambut. Pasalnya, semakin banyak pula arylamines yang masuk ke dalam sistem tubuh Anda," tambahnya.

Arylamines adalah zat pada pewarna rambut yang bisa memberikan warna. Dominguez menjelaskan bahwa meski zat ini tidak berbahaya bagi bayi yang belum lahir, namun sebaiknya wanita hamil menghindari pewarna rambut permanen, terutama pada tiga bulan pertama.

Dalam studi yang dilakukan terhadap para wanita yang mewarnai rambut sejak 1980, ditemukan bahwa penggunaan pewarna gelap permanen selama lebih dari 25 tahun dapat meningkatkan risiko kanker non-Hodgkin's lymphoma dua kali lipat.

Selain meningkatkan risiko kanker, studi ini juga menemukan bahwa pewarnaan rambut bisa menimbulkan reaksi alergi dan serangan asma.

0 comments:

Post a Comment